Thursday, August 18, 2011

Iran: Derita Somalia Konspirasi AS-Israel


Kelaparan di Somalia menyebabkan puluhan ribu orang meninggal. Pemerintah Iran mengatakan bencana ini tidak lain adalah hasil dari konspirasi antara Israel dan Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan oleh komandan pasukan tempur Basij Iran, Brigadir Jenderal Mohammad-Reza Naqdi, kepada kantor berita Press TV, Rabu, 17 Agustus 2011. Dia mengatakan bahwa Israel dan AS adalah penyebab penderitaan di Somalia pada awalnya.

"AS dan Israel memicu ketidakamanan dan kerusuhan di Somalia. Mereka juga mencegah rakyat Somalia membentuk pemerintahan yang stabil," ujar Naqdi.

Situasi di Somalia kacau balau setelah pada tahun 1991 para tuan tanah menggulingkan diktator Mohamed Siad Barre. Sejak saat itu, tidak ada pemerintahan yang efektif di negara tersebut.
Pemerintahan yang diakui oleh PBB hanya menguasai tidak lebih dari setengah wilayah Somalia. Sementara itu, beberapa wilayah lainnya dikuasai oleh militan ekstremis al-Shabaab.

Naqdi mengatakan pemerintah Iran telah memberikan bantuan kepada rakyat Somalia yang kelaparan. Mahmoud Mozaffar, kepala Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan pada Rabu pagi kemarin kapal yang membawa bantuan ketiga Iran telah berangkat ke Somalia. Iran berencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan keempatnya melalui laut.

Sebanyak 3,2 juta warga Somalia menderita kelaparan. PBB mengatakan lebih dari 13 dari 10.000 balita di Somalia meninggal karena kelaparan setiap harinya. Selama 90 hari terakhir, 29.000 anak Somalia telah tewas.
Sumber : VIVAnews - Kamis, 18 Agustus 2011, 14:17 WIB

Baca selanjutnya......

Friday, July 22, 2011

BEDAH KEJAHATAN KORPORASI: AQUA

Siapa yang tidak kenal dengan merk dagang Aqua? Sangking terkenalnya, nama Aqua kini telah menjadi semacam nama generik dari produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serupa di Indonesia. Coba perhatikan sekitar kita, berapa banyak orang yang kita temui menyebut nama Aqua saat mereka hendak membeli AMDK di warung atau toko? Dan perhatikan juga, jarang sekali ada pembeli yang protes saat mereka diberi VIT, RON 88 atau ADES oleh si penjual walaupun sebelumnya mereka meminta “Beli Aqua satu..”
Hal itu mungkin sekali terjadi karena Aqua adalah pelopor bisnis AMDK dan menjadi produsen AMDK terbesar di Indonesia. Bahkan pangsa pasarnya sendiri saat ini sudah meliputi Singapura, Malaysia, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Di Indonesia sendiri mereka menguasai 80 persen penjualan AMDK dalam kemasan galon. Sedangkan untuk keseluruhan market share AMDK di Indonesia, Aqua menguasai 50% pasar. Saat ini Aqua memiliki 14 pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatra.

Produsen AMDK Aqua, PT. Golden Mississippi (kemudian bernama PT Aqua Golden Mississippi) yang bernaung di bawah PT. Tirta Investama (selanjutnya, dalam tulisan ini akan disebut sebagai Aqua saja, untuk mewakili korporasi produsen AMDK tersebut), didirikan pada 23 Februari 1973 oleh Tirto Utomo (1930-1994). Pabrik pertamanya didirikan di Bekasi. Sejak saat itu, orang Indonesia mulai mengubah salah satu kebiasaannya secara mendasar dengan membiasakan diri mengkonsumsi AMDK, membeli air.

Danone, sebuah korporasi multinasional asal Perancis, berambisi untuk memimpin pasar global lewat tiga bisnis intinya, yaitu: dairy products, AMDK dan biskuit. Untuk dairy products, kini Danone menempati posisi nomor satu di dunia dengan penguasaan pasar sebesar 15%. Adapun untuk produk AMDK, Danone juga mengklaim telah menempati peringkat pertama dunia lewat merek Evian, Volvic, dan Badoit. Untuk bisa mempertahankan diri sebagai produsen AMDK nomor satu dunia, Danone tentu saja harus berjuang keras menahan gempuran Coca-Cola dan Nestle.

Untuk menambah kekuatannya, Danone mulai memasuki pasar Asia, dan mengambil alih dua perusahaan AMDK di Cina. Menyadari kekuatan kecil Aqua yang belum terjamah oleh Coca-cola atau korporasi lainnya, Danone buru-buru mendekati Aqua. Akhirnya, pada tanggal 4 September 1998, Aqua secara resmi mengumumkan “penyatuan” kedua perusahaan tersebut dan bertepatan dengan pergantian milenium, pada tahun 2000 Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua. Pada tahun 2001, Danone meningkatkan kepemilikan saham di PT. Tirta Investama dari 40% menjadi 74%, sehingga Danone kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Grup Aqua.

Tapi, pertanyaannya adalah, datang dari manakah air bersih yang dijual oleh Aqua sehingga sekarang manusia perlu membayar hanya untuk mendapatkan air bersih?
Kisah dari Sekitar Sumber Mata Air
Salah satu dari sekian banyak mata air yang dieksploitasi dan disedot habis-habisan oleh Aqua hingga hari ini adalah mata air Kubang yang terletak di kampung Kubang Jaya, desa Babakan Pari yang berada di kaki gunung Salak, Sukabumi bagian utara.

Sumber mata air di Kubang mulai dieksploitasi oleh Aqua sejak sekitar tahun 1992-an. Kawasan mata air Kubang yang sebelumnya merupakan kawasan pertanian, kemudian oleh Aqua diubah menjadi kawasan seperti hutan yang tidak boleh digarap oleh warga setempat. Sekeliling kawasan mata air Kubang dipagari tembok oleh Aqua dan dijaga ketat oleh petugas keamanan sewaan selama 24 jam penuh setiap harinya. Tidak ada seorang pun yang boleh memasuki kawasan tersebut tanpa surat ijin yang ditandatangani langsung oleh pimpinan kantor pusat Aqua Grup di Jakarta.

Pada awalnya air yang dieksploitasi oleh Aqua adalah air permukaan, yaitu air yang keluar secara langsung dari mata air tanpa dibor. Namun pada tahun 1994, Aqua mulai mengeksploitasi air bawah tanah dengan cara menggali jalur air dengan mesin bor bertekanan tinggi.

Sejak air di mata air Kubang disedot secara besar-besaran oleh Aqua, banyak perubahan yang dirasakan oleh warga sekitar. Yang paling terasa adalah menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air di desa, dan ini berdampak buruk pada kehidupan warga desa itu sendiri. Penurunan daya dukung air ini tampak dari mulai munculnya masalah-masalah terkait dengan pemanfaatan sumber daya air di tingkat komunitas sejak sumber mata air Kubang dikuasai oleh Aqua. Salah satu masalahnya adalah kurangnya ketersediaan air bersih untuk konsumsi rumah tangga sehari-hari termasuk air untuk minum, memasak, mencuci, mandi dan lain-lain. Masalah ini dapat dilihat dari keadaan-keadaan sumur-sumur milik warga yang menjadi sumber pemenuhan akan kebutuhan air bersih sehari-hari. Sekarang, tinggi muka air sumur milik kebanyakan warga maksimal hanya tinggal sejengkal saja atau sekitar 15 cm. Bahkan beberapa sumur sudah menjadi kering samasekali. Padahal sebelum Aqua menguasai air di sana, tinggi muka air sumur biasanya mencapai 1-2 meter. Dulu, hanya dengan menggali sumur sedalam 8-10 meter saja, kebutuhan air bersih untuk sehari-hari sudah sangat terpenuhi. Sekarang, warga perlu menggali sampai lebih dari 15-17 meter untuk mendapatkan air bersih. Dulu, warga tidak memerlukan mesin pompa untuk menyedot air untuk keluar dari tanah, sekarang dalam sekali sedot menggunakan mesin pompa, air hanya mampu mencukupi 1 bak air saja dan setelah itu sumurnya langsung kering. Bahkan pada beberapa kampung, apabila dalam sebulan saja hujan tidak turun, sumur menjadi kering sama sekali. Padahal dulu, saat musim kemarau memasuki bulan ke-6 pun tidak membuat air sumur menjadi kering.

Masalah lainnya lagi adalah, kurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi pertanian. Masalah ini dialami oleh para petani dari hampir semua kampung di kawasan desa Babakan pari. Saat ini para petani di beberapa kampung tersebut saling berebut air karena ketersediaan air yang sangat kurang. Bahkan beberapa sawah tidak kebagian air dan mengandalkan air dari air hujan saja. Akibatnya, banyak sawah kekeringan pada musim kemarau dan tentu saja hal ini menimbulkan masalah perekonomian yang cukup serius bagi para petani.

Aqua memiliki izin untuk mengambil air sebanyak 18 liter per detik melalui sumur bor di dekat mata air Sigedang, yang juga merupakan air sumber irigasi untuk lahan pertanian di lima kecamatan. Ironisnya, saat kurangnya air irigasi ini memicu konflik di antara petani itu sendiri dalam soal perebutan sumber air yang semakin mengering demi sawah-sawah mereka, Aqua malah mengajukan permintaan menaikkan debit dari 18 liter menjadi 60 liter per detik. Salah satu hal yang juga menjelaskan mengapa ide swasembada pangan semakin menjadi angan-angan belaka.

Hari ini, selain Aqua, terdapat 246 perusahaan AMDK yang beroperasi di Indonesia. Produksi AMDK amat boros air. Menurut catatan ASPADIN (Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), perusahaan AMDK di seluruh Indonesia setiap tahun membutuhkan sekitar 11,5 miliar liter air bersih, namun yang pada akhirnya menjadi produk AMDK hanya sebanyak 7,5 miliar liter per tahun. Sisanya, 4 miliar liter air bersih, terbuang percuma untuk proses pencucian dan pemurnian air.

Kejahatan yang Terlupakan di Balik Legalitas
Seperti sayur-sayuran, air yang merupakan sebuah produk alam, keluar dari muka bumi secara gratis dan tentu saja bukanlah “milik” siapapun. Sama seperti oksigen, seharusnya siapapun dapat mengakses air bersih. Apa yang terjadi di desa Babakan Pari dan Kabupaten Klaten tadi adalah contoh kecil bagaimana korporasi menguasai apa yang sudah seharusnya dapat diakses oleh semua orang, dan lalu menjualnya kembali kepada semua orang. Air bersih yang keluar dari muka bumi diklaim sebagai “milik” sebagian individu saja melalui jalur legal, disedot, disuling, dan dikemas oleh korporasi lalu ditenteng, dijajakan, diperiklankan, dan dijualbelikan kepada semua orang—karena semua orang membutuhkan air bersih.

Menurut penelitian, ketersediaan air tawar saat ini kurang dari 1,5% dari seluruh air di muka bumi. Saban dua dasawarsa, kebutuhan umat manusia akan air tawar meningkat dua kali lipat. Angka itu dua kali lebih besar daripada tingkat pertumbuhan penduduk. Apabila kecenderungan ini berlangsung terus, pada tahun 2025 permintaan akan air tawar diduga meningkat sebesar 56% melebihi yang tersedia saat ini. Kita dapat bayangkan sendiri apa yang akan terjadi apabila masa tersebut tiba sementara air bersih dikuasai oleh beberapa individu saja melalui korporasi-korporasinya.

Bagi sebagian orang, apa yang dilakukan oleh produsen AMDK seperti Aqua adalah sebuah bentuk “kejahatan legal”. Legal, karena hukum dan masyarakat mengakui bahwa Aqua “berhak” atas air yang keluar dari muka bumi secara gratis untuk menjadi “milik” mereka, karena mereka lalu memproduksinya secara “legal” serta menperjualbelikannya, dan semua itu dilakukan di bawah lindungan hukum. Artinya tidak melanggar hukum. Tentu saja.

Namun, legalitas dan hukum adalah sesuatu yang diciptakan oleh manusia, dan selalu ada kepentingan tertentu di balik apapun yang diciptakan manusia. Hukum memang diciptakan untuk melindungi kepentingan mereka yang mampu menciptakannya.

Saat ini “hanya” air, tanah, api, dan udara yang bersih, suatu ketika mungkin akan sampai satu masa di mana bahkan sinar mataharipun menjadi barang dagangan dan tak tersisa sedikitpun hasil dari bumi ini yang bisa kita rasakan manfaatnya tanpa mengeluarkan uang. Masalahnya, tidak semua orang memiliki uang yang cukup, bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan bertahan hidup. Dan ini semua tampak tidak seperti sebuah kejahatan, karena hukum melindungi dan melegalisir semua hal tersebut.
SUMBER : Ketua DKR JABODETABEK, 5 juli 2011

Baca selanjutnya......

Soal BPJS, Ada Kemungkinan Dimanfaatkan Asing

JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih menimbulkan pro dan kontra, bahkan pembahasannya di DPR sendiri masih berjalan alot.

Terkait hal tersebut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) khawatir jika RUU tersebut disahkan menjadi Undang-Undang berpotensi dimanfaatkan perusahaan asuransi asing.

"Tapi kalau kemudian nanti praktik dalam BPJS ini sama dengan praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan asuransi yang ada sekarang, misalnya dikumpulkan dari masyarakat untuk membayar iuran apalagi bayar premi itu kan terjadi akumulasi uang, dan akan mengundang pihak yang ingin mengambil keuntungan dari uang itu, artinya akan ada kelompok-kelompok usaha asing. Insurance di Indonesia perusahaan besarnya kan perusahaan asing semua. Jadi jangan sampai dengan dikumpulkannya akan mengundang insurance asing dan pada akhirnya tidak berorientasi pada kesejahteraan rakyat tapi pada profitisasi perusahaan yang mengelola uang itu," kata Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia, dalam surat elektronik kepada okezone, Rabu (20/7/2011).

Dia mengingatkan kepada pemerintah maupun DPR agar tidak terjebak dengan upaya mengatur sistem jaminan sosial, tapi justru membebani rakyat.

"‎?Intinya semua masyarakat Indonesia menjadi tanggung jawab negara yang kemudian itu menjadi kewajiban pemerintah untuk melaksanakan UUD 45. Jangan sampai UU yang mengatasnamakan kesejahteraan rakyat malah menjadi beban bagi masyarakat. Hak masyarakat tidak bisa dibedakan. Semua masyrakat adalah tanggung jawab negara, tugas negara adalah menjaga kesejahteraan warganya," imbuhnya.

Ahmad mengaku khawatir jika semangat UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akhirnya membebani rakyat dengan kewajiban membayar iuran atau premi, sehingga fungsinya berubah dari jaminan sosial menjadi asuransi.

"Kalau nanti polanya tetap dana yang terkumpul itu melalui iuran atau premi saya kira itu agak mengurangi bobot UU BPJS yang tujuannya mensejahterakan rakyat, jadi justru membebani. Padahal tugas pemerintah saat ini adalah mencari cara supaya UU ini bisa menyelesaikan masalah kesejahteraan rakyat," tandasnya.

UU BPJS,lanjutnya, yang menjadi amanat dari UU Sistem Jaminan Sosial Nasional tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945, apalagi dengan sistem iuran yang wajib dibayar oleh peserta atau seluruh rakyat Indonesia. "Ini artinya rakyat Indonesia bertanggungjawab sendiri atas hak dasarnya," tandasnya. 
SUMBER : OKEZONE.COM, Rabu,20 Juli 2011

Baca selanjutnya......

Thursday, July 21, 2011

Lanjut 19 Agustus, Raker BPJS Hari Ini Ditutup

JAKARTA - Rapat kerja panitia khusus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hari ini selesai dan akan dilanjutkan pada 19 Agustus mendatang.

"Rapat ditutup hari ini, dan DPR akan melakukan konsolidasi internal. Rapat akan kembali dilanjutkan pada 19 Agustus mendatang," ungkap Ketua Pansus BPJS, Nizhar Shihab, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Adapun rapat hari ini salah satunya adalah membahas mengenai jumlah dewan pengawas untuk BPJS. Masih sebagai usulan, jumlah usulan dewan pengawas sebanyak lima sampai sembilan.

Dari sisi pemerintah menyebutkan, dewan pengawas adalah organ BPJS yang berfungsi melakukan pengawasan sesuai fungsi, tugas dan kewenangan atas pelaksanaan tugas BPJS.

Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan jika tata cara penunjukan dewan pengawasan akan dibahas dalam rapat yang akan datang.

"Materi hari ini banyak kemajuan. Untuk tata cara penunjukan akan dibahas di rapat yang akan datang. Itu yang dimaksud DPR akan konsolidasi dulu, pemerintah juga akan konsolidasi dulu," terangnya.

Selain itu pendalaman tersebut menurutnya perlu, mengingat materi yang akan di bahas dalam rapat mendatang jauh lebih berat.

"Materi yang akan datang akan lebih berat. Terutama menyangkut transformasi. Untuk BPJS belum disepakati dipisah atau tidak antara BPJS I dan II, tapi kelihatannya dipisah. Tinggal melihat angkanya saja," pungkasnya. 
SUMBER : OKEZONE Jumat,22 Juli 2011

Baca selanjutnya......

Wednesday, July 20, 2011

KAJS Ancam Tutup Perindustrian

Jakarta: Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) mengingatkan pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-undang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) sebagai hak bagi warga negara. Bila tidak, KAJS berjanji akan memboikot dengan menutup perindustrian di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Presidium KAJS Indra Munaswar usai jumpa pers di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Ahad (10/7).

"Kalau sampai dengan tanggal 22 [Juli] pemerintah belum mengundangkan, kami sudah bertekad untuk menindaklanjuti terus sampai pemerintah memberikan perhatian kepada rakyat. Kita akan melakukan penutupan industri di seluruh Indonesia, BEJ, demo ke DPR kalau perlu kita duduki Gedung DPR," tegasnya kepada wartawan.

Padahal, menurut Indra, undang-undang yang baru itu memuat ketentuan transformasi dari PT Jamsostek, PT Taspen, PT Asabri, dan PT Askes ke dalam BPJS. Adapun Pasal 4 UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) menyebutkan, BPJS sebagai badan hukum publik dengan sembilan prinsip penyelenggaraan jaminan sosial.

"Bagi KAJS transformasi tersebut merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi baik oleh pemerintah maupun DPR. Pertama, kami mendesak pemerintah agar segera terselenggaranya jaminan sosial yang memenuhi seluruh hak warga negara, terutama jaminan seumur hidup," ujarnya.

Kedua, imbuh Indra, agar pemerintah lebih serius dalam memenuhi jaminan sosial ini. Karena hal ini sudah sangat terlambat, yang semestinya sudah diberikan sejak 2005. "Kita nggak mau nanti apabila undang-undang ini tidak berjalan, rakyat kita banyak yang akan mati karena tidak pemerintah tidak menjalankan ini," tandasnya.

Namun demikian, Indra optimistis pemerintah maupun DPR tidak akan mengabaikan hal ini. "Mudah-mudahan pemerintah tidak akan senekat itu," imbuhnya.

Menjelang pengesahan RUU BPJS yang diperkirakan pada 22 Juli mendatang, tidak sedikit pihak yang merasa "panas" seakan tercabik-cabik haknya jika peraturan tersebut diberlakukan.

Beberapa pihak menuding adanya kebohongan besar apabila PT Jamsostek ditransformasikan ke dalam BPJS yang dibentuk dengan UU BPJS sesuai dengan amanat UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Mereka menilai uang pekerja yang dititipkan dalam bentuk Dana Jaminan Hari Tua (JHT) pada PT Jamsostek akan hilang.
Sumber : Liputan6.com 10/07/2011 14:32

Baca selanjutnya......

HTI Desak MK Batalkan RUU BPJS


Jakarta: Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (15/7). Mereka mendesak MK membatalkan Rancangan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Mereka mengecam UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Negara. Jika UU itu dibatalkan maka tidak perlu ada pembentukan BPJS. Pendemo menilai penetapan UU hanya suatu obyek pemalakan karena rakyat dipaksa membayar iuran berkedok jaminan sosial.

Sebelumnya anggota Pansus BPJS Rieke Diah Pitaloka menyatakan rapat lanjutan RUU BPJS telah dibatalkan sepihak oleh pemerintah.

Sumber:Liputan6.com, 15/07/2011 17:23

Baca selanjutnya......

Saturday, July 2, 2011

Panglima Militer: Chavez Pulih Segera Pulang

Internasional / Sabtu, 2 Juli 2011 01:22 WIB
Metrotvnews.com, Karakas: Presiden Venezuela Hugo Chavez pulih secara memuaskan setelah menjalani operasi untuk mengangkat tumor di tubuhnya. Ia juga akan segera kembali Venezuela.

"Kita telah melihat komandan kita lebih kurus daripada biasa tapi masih berdiri tegak. Yang benar adalah ia bertambah baik, ia sehat," kata Panglima Militer Venezuela Jenderal Henry Rangel Silva kepada stasiun televisi negara, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (1/7).

Silva juga mengatakan Chavez masih terus memimpin pemerintahan melalui instruksi dari Kuba, tempat ia kini dirawat."Negara tenang," ujarnya.

Chavez (56) sempat berpidato Kamis (30/6). Ia mengaku memerlukan waktu untuk pulih sebelum kembali ke Venezuela untuk melaksanakan revolusinya sendiri. "Kita akan hidup dan kita akan menaklukkan. Sampai saya kembali!" Chavez mengakhiri pidatonya Kamis malam dari Havana, Kuba.

Para pendukungnya berikrar akan melanjutkan upaya sayap kirinya, yang telah mencakup nasionalisasi banyak bidang ekonomi, tantangan diplomatik luas terhadap dominasi Amerika Serikat di wilayah tersebut dan pengambilalihan industri minyak yang menjadi pemasok penting bagi Washington.

Di permukiman kumuh di Karakas, pendukungnya memberi penghormatan kepada dia dengan menyalakan kembang api. "Ia hidup! Ia hidup!" demikian teriakan sekelompok warga di daerah miskin Catia, setelah pidato Chavez.

Chavez masih dicintai di kawasan kumuh, karena ia menggunakan hasil penjualan minyak untuk membangun sekolah dan klinik baru.

Lain lagi dengan para pemimpin oposisi. Mereka berusaha memberi dukungan kepada seorang calon persatuan yang dipilih pada Februari untuk pemilihan presiden 2012. Mereka diduga menerima berita itu sebagai tanda Chavez mulai lemah dan tampaknya takkan menang dalam pemungutan suara mendatang setelah ia berulangkali meraih kemenangan besar sejak 1998.(Ant/BEY)

Baca selanjutnya......

Sunday, June 5, 2011

Teks Lengkap Pidato Ahmadinejad di PBB

Bismillahirrahmanirrahim
Al-Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Wassalamu ‘ala Sayyidina wa Nabiyyina Muhammad, wa Alihi at-Thahirina wa Shahbihi al-Muntajabina wa ‘ala Jami’i al-Anbiya wa al-Mursalin…
Salam dan shalawat kepada para Nabi Ilahi, khususnya Nabi Muhammad Saw, Ahlul Bayt yang suci, para sahabat terpilihnya dan kepada seluruh para Nabi Ilahi…
Allahumma ‘Ajjil li Waliyyika al-Faraj, wal’afiata wa an-Nashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’awanihi, wal Mustasyhadina baina Yadaih…
Wahai Allah Yang Maha Besar! Percepat kemunculan Wali-Mu disertai dengan keselamatan dan kemenangan. Jadikan kami sebagai penolong dan pendukung terbaiknya dan senantiasa berkorban di jalannya…

Bapak Ketua dan rekan-rekan yang mulia…
Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Besar yang masih memberikan kesempatan untuk hadir lagi di sidang Majelis Umum PBB ini. Di awal pidato, saya ingin mengingatkan semua yang hadir untuk memberikan penghormatan kepada para korban bencana banjir bandang yang melanda Pakistan. Saya mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggal, pemerintah dan bangsa Pakistan. Pada kesempatan ini juga saya mengajak semua untuk segera menolong sesama manusia sebagai kewajiban kemanusiaannya. Di sini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada manajemen Majelis Umum PBB. Di tahun-tahun lalu, saya telah berbicara di depan kalian tentang sebagian harapan, kecemasan, krisis keluarga, keamanan, kemuliaan manusia, ekonomi, iklim, harapan akan keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan.

Kini, kekuasaan sistem Kapitalisme dan manajemen yang ada di dunia pasca satu abad telah sampai pada titik akhirnya. Sistem Kapitalisme tidak mampu memberikan jawaban yang tepat terhadap tuntutan masyarakat. Untuk itu saya akan berusaha menggambarkan sebagian parameter sistem yang tepat bagi masa depan dengan mencermati dua faktor utama kegagalan yang ada.

Pertama, Cara Pandang dan Keyakinan
Kalian semua tahu tentang misi yang diemban oleh para Nabi Ilahi. Mereka diutus untuk menyeru seluruh manusia kepada monoteisme, cinta dan keadilan. Mereka diutus untuk menghamparkan jalan bagi manusia mencapai kebahagiaan. Para Nabi Ilahi mengajak manusia kepada pemikiran dan keilmuan agar lebih baik dalam mengenal hakikat. Mereka juga diutus untuk memperingatkan manusia akan kesyirikan dan egoisme.
Hakikat seruan para Nabi adalah satu. Setiap Nabi membenarkan Nabi sebelumnya dan memberikan kabar gembira akan kedatangan Nabi yang baru. Para Nabi Ilahi memperkenalkan agama yang sesuai dengan kapasitas manusia dan lebih sempurna dari yang terdahulu. Semua ini berjalan hingga sampai kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi pamungkas yang mengetengahkan agama secara sempurna. Sesuai dengan perjalanan ini ada saja para arogan dan penyembah dunia yang berusaha menghadang seruan yang jelas ini dan bangkit menghadapi pesan-pesan para Nabi.

Para pengikut Namrud bangkit menghadapi Nabi Ibrahim as, para pengikut Firaun di hadapan Nabi Musa as dan para penyembah dunia melawan Nabi Isa as dan Nabi Muhammad Saw. Di abad-abad terakhir, dengan alasan kezaliman yang dilakukan mereka yang mengklaim orang-orang beragama di Barat di Masa Pertengahan, segala nilai, moral ditafsirkan sebagai faktor keterbelakangan dan meletakkannya berhadap-hadapan dengan sains dan rasionalitas. Pemutusan hubungan manusia dengan Langit sejatinya manusia telah memutuskan hubungannya dengan hakikat dirinya sendiri.

Manusia yang memiliki potensi mengenal hakikat alam dan pencari kebenaran, cenderung akan keadilan dan kesempurnaan, kesucian dan keindahaan dan menjadi wakil Allah di bumi telah berubah menjadi keberadaan yang terbatas pada materi. Kewajiban manusia didefinisikan tidak lebih dari upaya untuk sampai pada kelezatan individu. Naluri manusia telah menggantikan esensi hakikat manusia.
Seluruh manusia dan bangsa-bangsa dianggap sebagai rival masing-masing. Kebahagiaan seorang individu atau sebuah bangsa didefinisikan dengan mengganggu, menghabisi dan menumpas lainnya. Pertikaian merusak untuk tetap eksis dijadikan dasar dalam mengatur hubungan sesama manusia menggantikan Interaksi konstruktif dan saling menyempurnakan.

Penyembahan modal dan hegemoni telah menggantikan monoteisme yang menjadi rahasia persatuan dan cinta.
Semua aksi luas penentangan terhadap nilai-nilai ilahi telah membuka jalan bagi perbudakan dan penjajahan.
Bagian luas dari dunia berada di bawah kekuasaan beberapa negara Barat. Puluhan juta manusia telah dijadikan budak dan puluhan juta keluarga telah tercerai-berai. Seluruh sumber-sumber kekayaan, hak dan budaya bangsa-bangsa jajahan telah dijarah. Tanah air yang diduduki dan masyarakat asli telah dibantai dan dihinakan.

Namun dengan bangkit bangsa-bangsa, para imperialis semakin terisolasi dan kemerdekaan bangsa-bangsa kemudian diakui. Harapan akan penghormatan, kesejahteraan dan keamanan telah hidup di tengah bangsa-bangsa. Di awal-awal abad lalu, slogan-slogan indah kebebasan, hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi telah menciptakan banyak harapan yang menjadi obat penawar bagi luka-luka dalam yang masih menganga. Namun kini bukanhanya harapan-harapan itu tidak terealisasikan, justru kenangan yang lebih pahit dari masa lalu dalam sejarah yang terekam dalam ingatan.

Dalam dua Perang Dunia, penjajah Palestina, dalam perang Korea dan Vietnam, dalam perang Irak-Iran, dalam penjajahan Afghanistan dan Irak dan dalam perang-perang di Irak, ratusan juta manusia tewas, terluka dan menjadi pengungsi.
Terorisme, produksi narkotika, kemiskinan dan kesenjangan sosial telah semakin meluas. Pelbagai pemerintahan kudeta dan diktator yang didukung Barat di Amerika Selatan telah melakukan kejahatan yang luar biasa.

Bukannya melucuti senjata, produksi dan simpanan senjata-senjata nuklir, biologi dan kimia justru semakin meluas. Dunia kini berada dalam ancaman yang lebih besar.
Dengan demikian, tampaknya apa yang terjadi adalah penerapan dari tujuan-tujuan para imperialis dan pemilik budak, tapi kali ini dengan slogan-slogan baru.

Kedua, Faktor Manajemen Global dan Sistem Berkuasa
Masyarakat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk dengan slogan menegakkan perdamaian dan keamanan, serta menjaga HAM.
Mekanisme manajemen yang berlaku di dunia dapat diteliti dengan membedah tiga peristiwa.
Pertama: 11 September yang telah mempengaruhi kondisi dunia sekitar 10 tahun.
  • -Secara tiba-tiba ditayangkan ke seluruh penjuru dunia berbagai rekaman serangan terhadap menara kembar.
  • -Kira-kira semua pemerintah dan politisi terkemuka mengecam serangan tersebut.
  • -Motor propaganda pun bergerak dan dunia diambang ancaman besar dengan nama terorisme dan diumumkan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah invasi militer ke Afghanistan.
  • -Pada akhirnya, Afghanistan dan tidak lama kemudian Irak diduduki.
Mohon diperhatikan;
Diklaim bahwa serangan 11 September telah menewaskan sekitar 3.000 orang dan kami sangat menyayangkan hal tersebut. Namun di Afghanistan dan Irak hingga kini ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya cedera serta bentrokan terus meningkat setiap harinya.

Terkait pelaku serangan 11 September, ada tiga pendapat:
  • 1-Kelompok teroris yang sangat kuat dan pelik yang berhasil menembus seluruh lapisan keamanan dan intelejensi Amerika. Pendapat ini yang disebar luaskan oleh pemerintah Amerika.
  • 2-Sebagian pihak di dalam pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan perubahan dalam proses kelesuan ekonomi Amerika dan penguasaan Washington terhadap Timur Tengah dan juga upaya penyelamatan rezim Zionis. Mayoritas warga Amerika, bangsa-bangsa, dan juga para politisi dunia yang meyakini pendapat ini.
  • 3-Sebuah kelompok teroris yang didukung dan dimanfaatkan oleh pemerintah Amerika Serikat kala itu. Tampaknya pendapat ini yang mendapat dukungan paling sedikit.
Dokumen terpenting dari tuduhan tersebut adalah beberapa paspor yang diangkat dari puing-puing dahsyat itu dan sebuah rekaman video dari seorang yang tidak jelas tempat tinggalnya. Namun disebutkan bahwa sebelumnya ia pernah terlibat dalam kontrak dagang minyak dengan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat. Ingin dikesankan bahwa karena kebakaran hebat dan ledakan, tidak ada sisa dari para pelakunya serangan itu.
Ada beberapa pertanyaan pokok yang belum terjawab
  • 1-Apakah logika tidak membenarkan bahwa pertama harus dilakukan penelitian serius oleh kelompok-kelompok independen dan kemudian identifikasi seluruh pelaku dan menentukan program untuk menindak mereka.
  • 2-Bila pendapat pemerintah Amerika diterima, apakah tindakan terhadap kelompok teroris, adalah invasi meluas, perang teratur, dan pembantaian ratusan ribu orang?
  • 3-Apakah tidak mungkin dilakukan seperti cara Iran dalam menyikapi kelompok teroris Rigi yang telah membuat 400 warga Iran gugur dan cedera? Dalam operasi yang dilancarkan Iran tak satupun nyawa orang yang tidak berdosa yang melayang.
Diusulkan bahwa PBB harus membentuk tim pencari fakta terkait Serangan 11/9 sehingga sejumlah pihak tidak melarang penyampaian pendapat terkait masalah ini.
Di sini, Saya ingin mengumumkan bahwa Republik Islam Iran, tahun depan, akan menjadi tuan rumah sebuah konferensi yang bertujuan mengidentifikasi terorisme dan mencari mekanisme menghadapinya. Untuk itu, Saya mengundang para pejabat dunia, pemikir, intelektual dan peneliti untuk menghandiri konferensi ini.

Kedua: Pendudukan Palestina
Bangsa tertindas Palestina selama 60 tahun berada di bawah pendudukan Rezim Zionis Israel, dan mereka tidak mendapat kebebasan, keamanan dan hak kedaulatan. Akan tetapi keberadaan para penjajah malah diakui.
Hingga kini, Zionis Israel melakukan perang sebanyak 5 kali. Rezim ini melakukan perang terburuk terhadap Lebanon dan Gaza karena membantai warga-warga tak berdosa. Zionis Israel juga melanggar semua ketentuan internasional bahkan menyerang konvoi kapal pengangkut bantuan kemanusiaan dan membantai warga tak berdosa.

Rezim Zionis Israel mendapat dukungan dari sejumlah negara Barat. Rezim ini juga selalu mengintimidasi kawasan dan meneror tokoh-tokoh Palestina dan negara lainnya. Bahkan para pendukung Palestina dan penentang Zionis Israel menyandang status sepeti teroris dan anti-Yahudi, serta terus mendapat tekanan. Semua nilai bahkan kebebasan berpendapat di Eropa dan AS diberangus Rezim Zionis.
Semua solusi gagal diselesaikan karena tidak memperhatikan hak-hak bangsa Palestina.
  • -Jika semenjak awal, hak kedaulatan bangsa Palestina diakui sebagai ganti dari mengakui rezim penjajah Zionis Israel, apakah kita akan menyaksikan semua kejahatan yang terjadi?!!
  • -Usulan kami adalah pemulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka dan merujuk pada referendum semua warga Palestina untuk menentukan kedaulatan dan bentuk pemerintahan.
Ketiga: Energi Nuklir
Energi nuklir, bersih, murah, dan merupakan kenikmatan ilahi yang juga salah satu alternatif terbaik untuk mengurangi polusi bahan bakar fosil.
Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) mengizinkan semua anggotanya untuk memanfaatkan nuklir sipil tanpa batas, dan bahkan Badan Tenaga Nuklir Internasional (IAEA) berkewajiban mendukung dan melindungi dari sisi teknis dan hukum.

Bom nuklir adalah senjata anti-kemanusiaan yang harus dimusnahkan total. NPT juga melarang produksi bom nuklir dan penyimpanannya, bahkan menilai pelucutan senjata nuklir sebagai keharusan.
Akan tetapi perhatikanlah apa yang dilakukan sejumlah pemilik senjata nuklir yang juga anggota Dewan Keamanan (DK) PBB.
  • -Mereka malah menilai tenaga nuklir sebagai bom, dan berupaya memonopolinya dan menekan IAEA agar membatasi kepemilikan tenaga nuklir ini hanya untuk segelintir negara.
  • -Pada saat yang sama, negara-negara itu menimbun bom nuklir dan memproduksinya. Tentu Anda mendengar bahwa pemerintah Amerika tahun ini mengalokasikan 80 milyar dolar untuk bom nuklir.
Kebijakan seperti ini bukan hanya membuat perlucutan senjata tidak terealisasi, tapi malah terjadi perluasan senjata nuklir di sejumlah wilayah termasuk Rezim Zionis Israel yang penjajah dan pengancam.
Di sini diusulkan sebagai agar tahun 2011 dinamakan sebagai tahun pelucutan senjata nuklir, energi nuklir untuk semua, senjata nuklir tidak untuk siapa pun.

Dalam semua masalah ini, PBB tidak dapat melakukan langkah penting. Sangat disayangkan bahwa dalam dekade yang diberi nama Dekade Perdamaian, justru terjadi peperangan, agresi dan pendudukan. Bahkan ratusan ribu orang tewas dan terluka, yang terus bertambah karena permusuhan dan kedengkian.

Sumber: Kabarnet

Baca selanjutnya......

Saturday, June 4, 2011

Ahmadinejad: Diktator Arab Pakai Senjata AS

AS dan sekutu-sekutunya juga harus bertanggungjawab atas keberadaan para diktator itu.  Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menilai para diktator di negara-negara Arab telah menembaki rakyat sendiri dengan senjata buatan Amerika Serikat (AS) dan para sekutu Eropanya.

"Para diktator yang membunuh rakyat sendiri tak punya kemampuan membuat perangkat sederhana sehingga mereka menggunakan senjata yang dibeli dari AS, dan sekutu-sekutunya," kata Ahmadinejad, Senin 28 Februari 2011 waktu setempat, seperti dikutip harian Tehran Times hari ini.

Menurut Ahmadinejad, pemerintah AS dan sekutunya secara tak langsung juga harus bertanggungjawab atas keberadaan para diktator yang telah menindas rakyat masing-masing selama 30-40 tahun.

Ahmadinejad tak menyebut siapa saja diktator itu. Namun, Presiden Ben Ali dari Tunisia, dan Husni Mubarak dari Mesir selama ini adalah sekutu strategis bagi AS di Timur Tengah. Mereka berdua dijungkalkan oleh rakyat masing-masing setelah lama memerintah.

Ben Ali memerintah Tunisia selama 23 tahun. Sedangkan Mubarak selama 30 tahun. Kini, Libya tengah bergolak saat rakyatnya menuntut mundur Muammar Khadafi, yang berkuasa sejak 1969.

Ahmadinejad juga mengatakan negara-negara yang selama ini menjalankan sistem diktator justru mengklaim sebagai pembela demokrasi. Dia menilai bahwa Barat kini takut dengan Iran, dan berupaya menghambat kemajuan negaranya.

"Impian kalian tak akan pernah terwujud. Bangsa Iran akan bertahan dan membuat negeri ini makmur serta menjadi model sempurna bagi dunia," kata Ahmadinejad. 
Sumber: Opensubscriber 1 Maret 2011

Baca selanjutnya......

Friday, June 3, 2011

JK: Sahkan RUU BPJS Tanpa Revisi UU SJSN

JAKARTA, KOMPAS.com, sabtu 14 mei 2011 — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau agar Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS) segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat tanpa harus merevisi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
"Jadi UU (BPJS) yang dibuat ini harus mengacu UU yang lama (SJSN). Itu harus selesai sekarang, enggak ada sulitnya," kata Kalla seusai menerima enam anggota Pansus RUU BPJS di kediamannya di Jakarta, Sabtu (14/5/2011).
Enam anggota Pansus itu yakni Rieke Diah Pitaloka dan Maruarar Sirait (F-PDIP), Martri Agoeng (F-PKS), Soepriyatno (F-Gerindra), Sunartoyo (F-PAN), serta Chusnunia (F-PKB).
JK mengatakan, ia berharap sembilan prinsip BPJS tetap dipertahankan. Sembilan prinsip itu yakni kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, serta hasil pengelolaan dana jaminan sosial yang dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan kepentingan peserta.
"Kita sepakat bahwa semua UU Jaminan Sosial Nasional prinsip pokoknya nirlaba. Sekarang ini ada empat badan negara yang melaksanakan ini semua. Dulu diputuskan bahwa itu keluar dari BUMN untuk jadi badan khusus yang komisarisnya kita sebut wali amanah. Karena dia wali amanah, maka profitnya kembali berputar, tidak masuk ke kas negara," jelas JK.
Rieke, perwakilan Pansus BPJS, menyambut baik sikap JK tersebut. Rieke mengatakan, pihaknya meminta dukungan JK lantaran pernah terlibat dalam pembentukan UU SJSN saat menjabat sebagai Menko Kesra. Selain itu, tambah Rieke, JK sebagai tokoh nasional dan politik diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan politis.
"Alhamdulillah kami dapatkan support yang luar biasa. Apa yang Bapak JK katakan jadi inti perdebatan. Tarik ulur ada pada sembilan prinsip BPJS," ucap Rieke.
Seperti diwartakan, RUU BPJS harus rampung pada masa sidang ini. Jika tidak selesai, RUU itu tidak lagi dibahas sampai pergantian anggota Dewan mendatang atau setelah 2014. Pasalnya, menurut UU dan Tata Beracara di DPR, RUU yang sudah dibahas tiga kali masa persidangan tak bisa dibahas lagi dalam periode tersebut.
Pembahasan RUU BPJS dalam periode Dewan 2009-2014 sudah dilakukan dalam dua kali masa sidang sebelumnya dan gagal disahkan.

Baca selanjutnya......